Program Doktor Teknik Arsitektur dan Perkotaan/PDTAP (Architecture and Urbanism) yang berdiri sejak tahun 2003 dengan Surat Ijin dari Dirjen DIKTI No. 2965/D/T/2003 tanggal 13 Oktober 2003 merupakan program doktor ilmu teknik yang pertama di Universitas Diponegoro. PDTAP berada pada lingkup kajian ilmu arsitektur dari skala bangunan hingga skala kota. Pendekatan riset yang dilakukan masuk kepada elemen-elemen human settlement yang menyangkut berbagai disiplin, seperti teknologi, ilmu alam, seni dan humaniora, dalam berbagai aspek seperti, sosial, ekonomi dan budaya. Arsitektur dan perkotaan sebagai hasil karya manusia membentuk bangunan lingkungan dan kehidupan manusia di dalamnya. Keduanya berperan sebagai wadah (container) dan isi (content) dalam lingkup proses perencanaan dan perancangan (design), baik secara formal maupun tidak. Dengan demikian, ilmu arsitektur dan perkotaan akan juga terkait dengan ilmu perencanaan (planning) dan ilmu perancangan (design).

Sebagaimana layaknya program pendidikan doktor, PDTAP bertujuan untuk menghasilkan peneliti utama pada tingkat pendidikan tertinggi yang mampu menghasilkan ilmu pengetahuan di bidang arsitektur dan perkotaan melalui suatu penelitian yang mendalam. Penelitian tersebut menjurus pada lingkup holistik yang terbatas namun strategis dalam menemukan bangunan ilmu yang memberi  dampak luas. Selain itu, sejalan dengan proses globalisasi yang membawa proses pasca modernisasi yang bercirikan pluralism dan penuh perubahan, arah pencarian ilmu di atas, tidak hanya berpegang pada pendekatan strukturalis positivistic yang berciri deduktif yang bersandar pada teori-teori umum, tetapi juga pendekatan fenomenologis yang berciri induktif.

PDTAP diharapkan merupakan salah satu jawaban bagi kebutuhan para pengajar dan peneliti di berbagai  sekolah arsitektur dan perkotaan serta lembaga-lembaga riset di Indonesia. Namun demikian, program ini juga memberi  kesempatan bagi para professional baik di sektor privat maupun publik yang secara langsung bertanggung jawab kepada keilmuan aplikatif dalam mewujudkan lingkungan binaan dan lingkungan lain yang mempengaruhinya. Hal ini diperlukan agar kegiatan praktek professional mempunyai dan mendapatkan hubungan dan dasar yang kuat dari teori-teori yang berasal dari temuan-temuan penelitian. Dengan demikian, PDTAP tidak hanya menciptakan temuan-temuan ilmu dasar sebagai “phylosopical doctor” namun juga sebagai “doctor of engineering” yang menghasilkan temuan-temuan aplikatif.

Konsep pendidikan PDTAP dimulai pendalaman teori dan metodologi secara terstruktur melalui perkuliahan, seminar, kajian literatur yang bermuara kepada usulan disertasi dan kesiapan mahasiswa untuk melakukan suatu riset besar. Setelah persiapan tersebut, mahasiswa dinyatakan sebagai kandidat doktor yang telah memiliki Promotor dan Co-Promotor. Selanjutnya, kandidat doctor memasuki tahap penelitian yang meliputi uji persiapan penelitian, penelitian besar dan penyusunan disertasi. Hasil disertasi merupakan sebuah bangunan teori/ilmu pengetahuan yang dipertahankan di depan juri dalam suatu ujian tertutup (pra promosi) dan terbuka (promosi). Ujian promosi merupakan tahap untuk memperkenalkan Doktor Teknik baru kepada lingkungan Ilmu Teknik Arsitektur dan Perkotaan yang juga dihadiri oleh para pakar bidang tersebut.