Ilmu arsitektur adalah ilmu yang menyangkut bentuk fisik ruang buatan sebagai tempat (place) bagi manusia yang berhubungan dengan segala kompleksitas kebutuhan kehidupannya, baik individu maupun komunal. Bentuk ruang fisik buatan tersebut merupakan bangunan individu maupun lingkungan terbangun yang mewadahi manusia baik individu maupun komunal yang berada didalam lingkungan alam. Keberadaan ruang buatan  kehidupan manusia itu mencapai skala yang luas di dalam alam atau sektor budi daya alam yang menjamin kelangsungan kehidupan manusia. Oleh karena itu ilmu arsitektur merupakan bagian dari ilmu tempat bermukim manusia (human settlement) di dalam arti luas. Menurut Doxiadis: “Human Settlement are, by definition, settlements inhabited by man“ (dalam Ekistics, 1968). Oleh karena itu, human settlement mempunyai skala dari sebuah shelter bangunan, lingkungan terbangun hingga ketingkat makro kota dan wilayah. Doxiadis membagi human settlement dalam dua elemen besar: (1) fisik wadah (the container), yaitu ruang fisik buatan dan ruang alam, dan (2) isi (the content), yaitu manusia dan masyarakat. Kedua elemen besar tersebut selanjutnya dapat dijabarkan menjadi lima elemen.

Elemen pertama adalah Shell sebagai ruang terbangun yang kasat mata fisik teknologi dan estetika, dari satu bangunan, kelompok bangunan hingga skala lingkungan dan kota. Shell yang merupakan ruang privat (private space) tersebut memerlukan ruang komunikasi baik linear maupun nodal, dan inilah human settlement yang kedua yaitu: Network yang dapat berarti prasarana atau dalam arti yang luas adalah ruang publik (public space). Selanjutnya elemen ketiga adalah ruang alam atau Nature, yaitu kosmos dengan total eko sistemnya bersama unsur-unsur biotik dan abiotik dengan kondisi klimatologis: pencahayaan, thermal, gerakan udara, kelembaban. Adapun elemen terakhir (ke empat dan ke lima) adalah suatu sumberdaya manusia atau Human resources, baik individu maupun kolektip. Man and Society merupakan subyek dan obyek terhadap ruang terbangun yang terdiri dari Shell and Network yaitu suatu sumber daya buatan (man made resources) dan ruang alam  (sebagai Sumber Daya Alam atau natural resources).

Doxiadis menekankan hak manusia di dalam ruangnya dengan menyebutkan bahwa Human Settlement adalah “Cosmos of Antrophs”.

Manusia adalah mahluk tertinggi ciptaan Tuhan, sebagai puncak kekuatan ekologi, sebagai subyek tertinggi di alam ini, yang menentukan kelestarian dan kerusakan alam ini. Oleh karena itu manusia harus berperan sebagai khalifatullah atau wakil Tuhan sang Pencipta alam ini, menjaga dan bertanggung jawab terhadap kelangsungan lingkungan fisik dan kehidupan di kosmos ini. “The Cosmic City”, Kevin Lynch mengidentifikasikan suatu kota yang diciptakan oleh perencana dan perancang atau “Ville Cree”, sebagai lambang hubungan yang erat antara manusia dengan alamnya, nanusia dengan Tuhan pencipta alam semesta; kekuatan atau potensi alam dihadirkan di dalam citra visual dan batin masyarakat kota. Demikian juga “Organic City”, terlahir dari suatu kota yang “tidak terencana” atau “ville spontan”, kota yang tumbuh sebagai hasil denyut kehidupan manusia, hasil kekuatan kolektivitas masyarakat, kekuatan perencanaan yang partisipatif, kekuatan perencanaan dari bawah, merupakan “compromis of individual and common will” (Kostof, 1980) dan merupakan adaptasi kepada kekuatan sosial. Hal tersebut terwujud dengan kekayaan ruang-ruang terbuka publik, sebagai jantung kehidupan, jaring-jaring jalan sebagai network, kapilarisasi dan komunikasi kehidupan yang merajut settlement atau shell yang kompak dalam bentuk “tissu urbain” yang hemat sumber daya alam (ruang) dan energi dalam menciptakan keberlanjutan kehidupan manusia di alam yang terbatas.

Container and Contents” atau wadah dan manusianya adalah jagad dunia itu sendiri sebagai wadah dan tempat (place) bagi berlangsungnya kehidupan manusia. (“the total surface of the earth, the largest container for man, is for all practical purpose, the whole cosmos of Man, the cosmos of anthropos.” Doxiadis, 1968 Ekistic). The science of human settlement adalah ilmu ruang tempat tinggal manusia dengan segala kehidupannya dari suatu bangunan skala mikro hingga makro (regional).

1.    Lingkup Bidang dalam Program Doktor Arsitektur dan Perkotaan

Arsitektur sebagai bagian dari Human Settlement adalah hasil sitesis produk lima elemen tersebut dari skala mikro, messo hingga makro. Sebagai salah satu pandangan, maka batasan ilmu arsitektur adalah ilmu yang menjelaskan tentang bentuk suatu ruang fisik buatan dan segala pengaruhnya terhadap manusia maupun lingkungannya. Hal tersebut akan menjelaskan hubungan antara ruang fisik buatan dengan berbagai aspek lain, yaitu:

  • Aspek kehidupan manusia (anthropos): sosial, ekonomi dan budaya beserta segala aspek kegiatan dan perilaku manusianya.
  • Aspek fisik dan visual: estetika, teknologi, serta kondisi alam dan hubungan timbal balik dengan lingkungannya (ekologi).

Adapun lingkup studi untuk Program Doktor Teknik Arsitektur dan Perkotaan di Universitas Diponegoro akan di batasi pada skala mikro bangunan hingga lingkungan perkotaan.

2.    Dukungan Ilmu-ilmu di luar Arsitektur dan Perkotaan

Program doktor ini akan memberi lingkup dalam penggalian ilmu arsitektur dari skala bangunan hingga kota. Dengan demikian, program ini merupakan program Doktor Ilmu Arsitektur dan Perkotaan (Architecture and Urbanism).

Maka untuk memperdalam ilmu arsitektur dan perkotaan pendekatan riset akan selalu masuk kepada elemen-elemen human settlement tersebut di atas yang menyangkut berbagai disiplin, seperti teknologi, ilmu alam, seni dan humanitas dalam berbagai aspek: sosial, ekonomi dan budaya. Arsitektur dan Perkotaan sebagai hasil bentuk build environment dan kehidupan manusianya (sebagai Container dan Content) terjadi dalam proses yang terencana dan terancang (design) secara formal maupun tidak, merupakan karya manusia. Oleh karena itu, ilmu arsitektur dan perkotaan menyangkut ilmu perencanaan (Planning) dan perancangan (Design).

Program pendidikan Doktor sebagai pendidikan yang menghasilkan peneliti utama adalah tingkat pendidikan yang tertinggi, merupakan pendidikan yang mampu menciptakan penemu-penemu ilmu melalui penelitian yang mendalam. Penelitian yang mendalam tersebut mengharuskan proses yang mempersempit (menjurus) kepada aspek atau lingkup holistik yang terbatas namun strategis, artinya hasil temuan dapat menemukan bangunan ilmu yang memberi dampak yang luas.

Sesuai dengan kaidah bentukan arsitektur tersebut di atas maka pendalaman riset arsitektur akan memasuki bidang-bidang disiplin ilmu lain yang bervariasi dan dapat memasuki berbagai skala. Program Doktor Ilmu Arsitektur dan Perkotaan oleh karena itu harus juga ditopang oleh para ahli dari berbagai disiplin ilmu yang lain.

Program Doktor Arsitektur dan Perkotaan di UNDIP akan menyesuaikan dengan kemampuan sumber daya manusia dan laboratorium serta referensi yang telah dibangun di UNDIP. Berbagai Fakultas yang telah dewasa seperti fakultas Teknik, Sains dan Matematika, Sosial Politik, Ilmu Budaya dan Ekonomika dan Bisnis menjadi pendukung program ini. Jurusan Arsitektur dan Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota akan menjadi jurusan yang utama dalam mendukung program Doktor ini.

Pelaksanaan perkuliahan, maupun bimbingan desertasi akan didukung oleh para guru besar dan doktor di berbagai fakultas dan jurusan tersebut di atas.

3.    Menggalang Para Ilmuan Arsitektur dan Perkotaan di Indonesia

Selain menggalang sumber daya manusia dari UNDIP, Program Doktor Arsitektur dan Perkotaan ini juga mengikutsertakan Doktor dan Professor dalam bidang Arsitektur dan Perkotaan di Indonesia dari berbagai Pendidikan Arsitektur dan Perencanaan di perguruan tinggi lain, baik yang sudah maupun yang belum mempunyai get ready with your case study paper right now Program Doktor. Usaha ini bertujuan untuk:

  • Menciptakan grup pendidikan Doktor secara TEMATIK pendalaman ilmu dalam sub-sub bidang arsitektur dan perkotaan yang sangat luas dengan mengefektifkan para doktor dan professor arsitektur dan perkotaan yang tersebar di Indonesia.
  • Menciptakan jaringan pengembangan keilmuan dan pendidikan doktor dalam ilmu Arsitektur dan Perkotaan di Indonesia.