Program Studi Doktor Ilmu Arsitektur dan Perkotaan (PDIAP) Universitas Diponegoro telah meluluskan lagi seorang doktor baru melalui sidang Tertutup yang berlangsung di Gedung Dekanat Fakultas Teknik, pada hari Jumat, tanggal 13 Desember 2019. Pada sidang tertutup tersebut Dr.Ir.Mohammad Ischak, MT. berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Integrasi dan Keselarasan Struktur Ruang Pada Permukiman Tidak Terencana dan Terencana di Serpong, Banten” dengan sangat baik sehingga diberikan predikat kelulusan CUM LAUDE dengan perolehan IPK 3,92.
Sidang tertutup dihadiri oleh :
1.Prof.Dr.Ir.Bambang Setioko, M.Eng. sebagai promotor
2.Prof.Dr-Ing.Ir. Dedes Nur Gandarum, MSA sebagai co-promotor
3.Dr.Ir. Atiek Suprapti, MT., sebagai ketua penguji
4.Prof. Ir. Happy Ratna S., MSc., Ph.D., sebagai penguji eksternal
5.Prof .Dr-Ing.Ir. Gagoek Hardiman, sebagai penguji internal
6.Prof. Dr. Nurdien Harry Kistanto, MA., sebagai penguji internal

Dr.Ir.Mohammad Ischak, MT. merupakan dosen di Jurusan Arsitektur FTSP, Universitas Trisakti Jakarta, dan merupakan lulusan ke 39 yang dihasilkan oleh Program Studi Doktor Ilmu Arsitektur dan Perkotaan Universitas Diponegoro. Beliau tercatat sebagai mahasiswa doktoral di PDIAP pada tahun 2016 dan merupakan Angakatan XII PDIAP. Gelar doktor diraih dalam waktu 3 tahun 3 bulan 12 hari.
Doktor kelahiran Bumiayu pada tanggal 21 Nopember 1967 tersebut mengangkat judul disertasinya dilatarbelakangi pertumbuhan kota di sekitar kota metropolitan Jakarta, dalam hal ini Tangerang yang sangat pesat pertumbuhan kotanya. Pertumbuhan kota yang salah satunya dicirikan dengan munculnya Kota Baru Gading Serpong menimbulkan dampak keruangan langsung terhadap permukiman asli yang saat ini terkurung di area yang dikuasai oleh pengembang kota baru tersebut. Temuan penelitian disertasi yang dihasilkan diharapkan dapat berkontribusi terhadap perumbuhan kota di wilayah sub-urban tanpa menimbulkan konflik keruangan antara kota baru dengan permukiman terkurung (enclave settlement) yang merupakan permukiman asli dan sudah ada sebelum hadirnya permukiman baru dalam bentuk kota baru. Dengan demikian, Universitas Diponegoro sudah menghasilkan doktor baru yang melengkapi ahli di bidang pertumbuhan kota khususnya di wilayah sub-urban.